September 22, 2021
5 Kesalahan Penyusunan Laporan Keuangan UMKM

5 Kesalahan Penyusunan Laporan Keuangan UMKM

Membuat pembukuan finansial sebuah bisnis adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Dokumen ini akan bermanfaat dalam pengembangan suatu bisnis dan melihat status laba rugi bisnis tersebut. Sayangnya, pelaku UMKM pemula seringkali melakukan kesalahan dalam penyusunan laporan ini. Berikut adalah 5 kesalahan penyusunan laporan keuangan UMKM yang perlu dihindari:

1. Tidak Mencatat secara Kontinu

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah pelaku usaha tidak melakukan pencatatan laporan finansial secara kontinu. Laporan keuangan disusun asal-asalan sehingga tidak merekam setiap detail pengeluaran dan pemasukan yang terjadi. Jika pencatatan ini tidak dilakukan secara kontinu maka bisa jadi ada transaksi yang terlewat dan tidak terhitung.

2. Melewatkan Rincian Transaksi

Tidak hanya nilainya saja yang harus dicatat. Dalam penyusunan laporan finansial suatu bisnis perlu dilakukan pencatatan transaksi secara rinci. Misalnya, tanggal transaksi harus dicatat dengan baik. Setiap jenis transaksi juga harus ditulis apa tujuannya. Hal ini penting untuk dilakukan untuk mempermudah evaluasi nantinya. Jika ada pengeluaran berlebih maka bisa dicari tahu mana yang menjadi penyebabnya.

3. Tidak Disertai Bukti

Pencatatan laporan finansial bisnis sebaiknya disertai dengan bukti. Setiap jenis transaksi harus ada buktinya dan disertakan dalam laporan tersebut. Ini akan mempermudah Anda saat melakukan evaluasi. Selain itu, jika ada kesalahan atau kejanggalan perhitungan bisa ditelusuri kembali dengan mudah karena ada bukti akurat yang disertakan.

4. Tidak Dilakukan Analisis

Banyak juga pelaku usaha yang menyusun laporan finansial hanya sekadar menuliskan angka. Jika sudah didapatkan hasil laba dan rugi kemudian tak dilakukan analisis atau penelusuran mendalam. Padahal seharusnya dilakukan analisis bagaimana bisa didapatkan angka laba dan rugi tersebut. Ini akan menjadi data yang melandasi pengambilan langkah bisnis berikutnya.

5. Dilakukan secara Manual

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, sangat disarankan untuk memanfaatkan teknologi demi menjaga keakuratan laporan finansial. Kemungkinan akan ada kesalahan penghitungan jika dilakukan secara manual. Jadi sangat disarankan untuk menyusun pembukuan ini menggunakan aplikasi pembukuan yang sudah banyak berkembang demi menjaga keakuratannya.

Itulah 5 kesalahan yang sebaiknya dihindari saat menyusun pembukuan UMKM. Pastikan laporan finansial ini disusun secara teliti dan akurat agar bisa membawa manfaat optimal bagi perkembangan bisnis. Usahakan untuk mengambil langkah tepat sesuai dengan hasil laporan finansial sehingga bisnis bisa berkembang lancar.