May 6, 2021
Beragam Cara Pengolahan Kopi di Indonesia

Beragam Cara Pengolahan Kopi di Indonesia

Sangat menyukai berbagai variasi minuman kopi memang sangat wajar, sebab kopi memiliki citarasa natural dan nikmat. Salah satu varian kopi yang cukup populer adalah kopi hitam dan kopi hijau. Kedua variasi ini hanya berbeda dari segi cara pengolahannya saja.

Apabila kopi hitam diolah dengan melalui proses roasting atau pemanggangan, maka green coffee bean tidak. Oleh sebab itu, green coffee bean memiliki citarasa pahit dan asam yang lebih tinggi dibandingkan kopi hitam. Bagaimana kopi diolah dan diproses setelah panen memang sangat mempengaruhi rasanya. Pengolahan kopi menjadi faktor krusial bagi industri kopi.

Proses Pengolahan Kopi

Pohon kopi yang sudah berusia 9 bulan hingga 1 tahun sudah dapat menghasilkan buah. Buah-buah kopi yang dipetik saat proses panen akan dipisahkan kulit dan bijinya. Biji inilah yang nantinya menjadi awal dari minuman kopi. Proses pengolahan kopi ada berbagai macam, seperti:

1.     Proses Natural

Proses natural merupakan teknik pengolahan kopi yang sudah dikenal sejak awal mula kopi ditemukan dan tetap dipertahankan sampai saat ini. Buah-buah kopi yang dipetik akan dijemur di bawah sinar matahari selama 1-2 hari untuk mengeringkan kulit luar kopi sehingga terkelupas dengan sendirinya.

Selama masa penjemuran, buah kopi akan dibolak-balik secara berkala agar biji dapat mengering sempurna. Proses pengeringan dilakukan hingga kadar air dalam buat berkisar antara 11-13% saja.

2.     Washes Process atau Wet Process

Proses pengolahan kopi lainnya adalah dengan washes process yakni menghilangkan semua kulit daging pada biji kopi sebelum dikeringkan. Proses ini diawali dengan menyeleksi buah kopi, caranya dengan merendamnya dalam air.

Buah kopi yang mengambang akan diambil dan dibuang sedangkan buah di bagian dasar wadah akan diproses lebih lanjut. Pengolahan kopi hijau maupun kopi hitam dapat dilakukan dengan proses ini.

Langkah selanjutnya menggunakan mesin pengupas untuk membuang kulit luar dan daging. Kemudian biji kopi akan difermentasi selama 24 hingga 36 jam untuk membuang sisa-sisa kulit.

3.     Hybrid Process

Hybrid process terdiri atas 3 cara pengolahan, yaitu pulped natural process, honey (miel) process, dan Semi-washed. Pulped natural process sering digunakan di Brazil. Prosesnya dimulai dengan mengupas buah kopi menggunakan mesin. Kemudian biji akan dijemur di meja pengering dan barulah dipanggang.

Honey (miel) process merupakan proses pengolahan kopi yang populer di El Salvador dan Costa Rica. Proses ini dimulai dengan mengupas kulit kopi dengan mesin. Daging buah akan disisakan tergantung dari produsen dan dibiarkan melekat pada biji agar menambah citarasa manis. Kemudian akan dijemur hingga kering.

Untuk Semi-washed merupakan cara yang populer di Indonesia dan sering disebut dengan giling basah. Proses pengeringannya dua kali. Pertama setelah buah kopi dikupas akan dikeringkan sebentar. Setelah pengeringan pertama, daging buah akan dikupas dan biji dikeringkan kembali.

Cara pengolahan kopi akan sangat mempengaruhi rasa yang dihasilkan. Tingkat keasaman, rasa pahit, dan manis dalam kopi akan berpengaruh pada proses pengeringan yang dipilih oleh produsen. Hal ini berlaku sama antara kopi hitam dan kopi hijau.