July 24, 2021
Gejala dan Cara Pencegahan Bronkitis Pada Anak

Gejala dan Cara Pencegahan Bronkitis Pada Anak

Bronkitis seringkali dikaitkan dengan penyakit orang dewasa karena memang lebih sering diderita oleh orang dewasa. Namun sebenarnya penyakit ini dapat diderita oleh semua usia termasuk pada anak-anak. Bronkitis pada anak ini yang seringkali diabaikan karena menganggap hanya batuk biasa dan bukan penyakit serius.

Bronkitis adalah radang paru-paru di saluran udara sedang dan besar yang biasanya menyebabkan batuk dan suara yang terdengar basah. Bronkitis terjadi ketika dinding bagian dalam saluran pernapasan besar meradang (bengkak dan kemerahan).

Saluran udara ini yang disebut saluran bronkial menghubungkan tenggorokan ke paru-paru. Lapisan halus tersebut dapat menghasilkan lendir dan menutupi serta melindungi organ dan jaringan yang berhubungan dengan pernapasan.

Mencegah Bronkitis pada Anak

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Orang tua dapat mengambil tindakan berikut untuk mengurangi dan mencegah risiko bronkitis pada anak.

  1. Batasi kontak anak Anda dengan orang yang sedang flu (baik itu anggota keluarga atau seseorang yang dia temui di luar rumah saat beraktivitas)
  2. Bersihkan dan disinfeksi mainan anak Anda. Apalagi jika ada anggota keluarga yang sedang flu.
  3. Jangan biarkan anak memakan atau minum dari piring atau gelas yang digunakan orang tuanya jika orang tua sedang flu. Jelaskan kepada anak mengapa ia tidak boleh berbagi dengan orang tua saat flu termasuk dengan orang lain.
  4. Hindari merokok. Asap rokok berperan penting dalam meningkatkan risiko influenza atau bronkitis akut menjadi penyakit kronis. Ini bukan hanya berlaku untuk perokok aktif namun juga perokok pasif. Anak-anak seringkali menjadi perokok pasif dari orang tuanya dan lingkungan sekitar sehingga lebih berbahaya.
  5. Suntikkan vaksin flu. Dengan mendapatkan vaksin flu setiap tahun, Anda bisa melindungi si kecil dari risiko terkena flu atau bronkitis.
  6. Cuci tangan secara teratur. Dengan mencuci tangan, orang tua bisa mengurangi risiko tertular flu dan bronkitis. Untuk berjaga-jaga, pastikan untuk membawa hand sanitizer.
  7. Jika anak Anda masih membutuhkan ASI, pastikan untuk memberikan ASI secara teratur. Dengan ini maka bayi anda akan memiliki risiko yang lebih kecil terkena bronkitis.

Gejala Bronkitis pada Anak

Gejala bronkitis yang paling umum pada anak adalah batuk dan lendir yang terdengar basah. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang dianggap merupakan gejala bronkitis pada anak yaitu sakit kepala ringan, demam ringan, sakit tenggorokan, nyeri atau sesak di dada, merasa lelah, pegal-pegal, bersin, sesak napas, batuk kering atau berisi lendir, muntah atau tersedak, panas dingin, dan sakit punggung dan otot.

Gejala bronkitis pada anak biasanya berlangsung selama 7 sampai 14 hari. Tapi gejala batuknya bisa bertahan sekitar 3-4 minggu. Gejala ini terkadang sering diabaikan karena seperti masalah kesehatan lainnya.

Saat anak kesulitan bernafas atau terengah-engah, biasanya anak akan mengeluarkan suara seperti siulan atau disebut mengi. Pastikan anak Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang benar. Orami menawarkan artikel parenting untuk ibu yang ingin mempelajari tentang parenting yang lengkap.