November 30, 2021
Inilah Siklus dan Gejala Menstruasi yang Wajib Diketahui

Inilah Siklus dan Gejala Menstruasi yang Wajib Diketahui

Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami oleh wanita berupa keluarnya darah dari vagina. Siklus ini menandakan bahwa organ reproduksi wanita bersiap apabila terjadi kehamilan. Biasanya di saat ini dinding rahim mengalami penebalan karena diisi pembuluh darah. Apabila tidak terjadi kehamilan, dinding rahim ini akan meluruh bersama darah yang keluar melalui vagina. Kali ini akan dibahas mengenai gejala menstruasi yang umum terjadi.

Umumnya siklus menstruasi berlangsung sekitar 4 minggu dan dimulai dari hari pertama menstruasi. Siklus ini dipengaruhi oleh berbagai hormon yang dihasilkan oleh organ reproduksi. Hormon-hormon tersebut antara lain folicle stimulating hormone, luteinizing hormone, progesteron, estrogen, dan gonadotropin relasing hormone.

Gejala-Gejala dalam Siklus Menstruasi

  1. Sindrom PMS

Ketika memasuki siklus menstruasi, akan ada perubahan kadar hormon di dalam tubuh wanita. Perubahan hormon ini dapat mempengaruhi emosi dan fisik yang bisa muncul sebelum menstruasi. Gejala ini disebut PMS atau premenstrual syndrome. Beberapa perubahan fisik yang kerap muncul antara lain lelah, sakit kepala, payudara menjadi sensitif, berat badan naik, perut kembung, muncul jerawat, dan nyeri pada otot.

Sementara itu, perubahan emosi yang kerap terjadi adalah suasana hati yang tidak stabil, susah konsentrasi, sulit tidur, cemas berlebih, mudah menangis, percaya diri menurun, dan menurunnya gairah seks. Untuk beberapa wanita, gejala yang muncul ini akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, wanita yang mengalami PMS sebaiknya beristirahat dengan cukup karena akan mereda setelah 4 hari.

  1. Menstruasi

Saat masa menstruasi, umumnya wanita akan mengalami pendarahan selama 2 hari hingga satu minggu dari vagina dengan volume rata-rata 80 mili liter. Akan tetapi, ada beberapa kasus di mana darah yang dikeluarkan lebih banyak dan menyebabkan darah haid tersebut menggumpal. Pendarahan terbanyak yang terjadi adalah pada dua hari pertama.

Di masa ini, biasanya wanita juga akan mengalami sakit pada bagian perut. Apabila hal ini terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain mengompres perut dengan air hangat, memijat halus di bagian perut bawah, mengonsumsi obat pereda rasa sakit, berhenti merokok (bagi perokok), meditasi, dan menghindari minuman yang mengandung kafein.

Kelainan pada Siklus Menstruasi

Volume serta durasi pendarahan masing-masing wanita berbeda-beda. Oleh karena itu, setiap wanita disarankan untuk mencatat siklus menstruasinya untuk bisa menyadari apabila terdapat kelainan dalam siklus menstruasi.

Gejala-gejala kelainan pada siklus menstruasi antara lain terjadi melebihi 7 hari, lebih sering dalam kurun waktu 21 hari, pendarahan terjadi dengan deras, dan muncul lebam di sekitar area vital. Jika gejala tersebut terjadi, segera konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Mengetahui gejala menstruasi di atas sangat penting agar setiap wanita bisa berjaga-jaga terlebih dahulu seperti menyiapkan pembalut dan lain-lain. Memilih pembalut pun juga tidak boleh sembarangan. Pembalut harus benar-benar nyaman dan aman ketika digunakan, salah satunya adalah pembalut Charm. Dengan pembalut yang tepat, saat menstruasi wanita akan menjadi lebih tenang.